kabarbmr.com, Kotamobagu– Perseteruan dua Anggota DPRD Kota Kotamobagu Agus Suprijanta dan Ishak Sugeha Saat Rapat Paripurna Pembicaraan Tahap 1 Tentang 10 Ranperda yang di Gelar DPRD Kota Kotamobagu Jumat, (09/02/2018), seakan belum ada tanda berkesudahan.

Pasalnya Usai Rapat Paripurna, Kepada kabarbmr.com Agus mengatakan bahwa Ishak Sugeha sebagai Banleg perlu banyak belajar dan membaca regulasi yang ada menyangkut tupoksi di Lembaga DPR. “Perlu anda catat, apa yang ishak katakan tadi bahwa Alat Kelengkapan Permanen lebih tinggi statusnya dari Pansus, memberi gambaran jika ternyata ilmu Ishak masih rendah,” tegas Agus.

Ketua Komisi satu ini menjelaskan, “Di Undang-Undang, AKD permanen dan Pansus statusnya sama. Tidak ada Banleg lebih tinggi dari Pansus. Bahkan dalam urusan Ranperda, Banleg hanya menyiapkan Dokumen. Pembahasannya ada ditingkat Pansus,” kata agus.

Sementara itu, Ishak Sugeha saat dihubungi media ini secara terpisah menyinggung kemampuan berfikir agus yang dinilainya masih dibawah rata-rata, karena tidak mampu mendefinisikan tupoksi Alat Kelengkapan Dewan.

Perlu saya jelaskan kata Ishak bahwa “Alat Kelengkapan Dewan seperti Pimpinan DPR, Banleg, Banmus, Banggar, Komisi, itu sifatnya permanen atau definitif. Makanya tidak dapat dibubarkan selama DPR itu ada dalam setiap periode,” ujar Ishak.

“Sedangkan Pansus, sifatnya Adhok atau temporer. Makanya Pansus bisa dibentuk dalam kondisi tertentu, atau berkaitan dengan teknis. Oleh karena itu Pansus mempunyai batasan waktu dalam berkerja minimal tiga bulan, atau enam bulan kemudian dibubarkan. Ini yang tidak pernah difahami Agus karena keterlambatan berfikirnya atau telmi,” jelas Sugeha dengan nada menyindir.

Masih kata Papa Yogi (sapaan Ishak red), “Agus adalah anggota saya dalam Banleg. Karena ketidak mampuannya menerjemahkan kerja-kerja Bandan Legislasi, maka saya tidak pernah memaksakan ketidak mampuannya tersebut untuk menyesuaikan dengan kemampuan saya dan teman-teman Banleg lain, yang kadang membuat dia Offside dalam banyak hal,” ketus Ishak.

Ishak Melanjutkan, “Sesungguhnya apa yang dimaksudkan Agus dalam Rapat Paripurna, bukan persoalan Pansus. Tapi ada keinginan saudara Agus meloloskan RDTR untuk dimasukan dalam Paripurna tahap 1 tadi sore. Tetapi Banleg belum menerima karena Ranperda RDTR dokumennya belum memenuhi syarat,” kata Ishak. “Nah oleh Agus itu dipaksa untuk dimasukan namun saya dan teman-teman belum menyetujui karena oleh instansi teknisya Bappelitbangda dan PUPR, meminta kalau boleh, usulan Ranperda RDTR jangan dulu dimasukan dalam Paripurna Tahap 1 karena mereka belum siap secara teknis”.

Lebih jauh Ketua Demokrat KK ini menjelaskan, “Ada beberapa tahapan yang harus dilalui baru bisa dimasukan dalam Paripurna”. Yang menjadi pertanyaan ketua Fraksi Demokrat KK ini adalah, “Kenapa saudara Agus sangat Konsen dan sangat memaksakan Ranperda RDTR untuk diparipurnakan. Jangan-jangan Saudara Agus sudah ada apa-apanya dengan pihak yang berkepentingan dengan RDTR ini,” ucapnya.

Terakhir Ishak mengatakan, “Secara teknis saya memiliki sedikit ilmu berkaitan dengan RDTR atau Dokumen Tata Ruang”. Makanya kata ishak, “Saya ingatkan kepada saudara Agus, sejauh itu tidak memenuhi syarat, maka sulit untuk diparipurnakan dalam Tahap 1,” tutupnya. (Flo)

 

TIDAK ADA KOMENTAR