Meidi Makalalag

Kabarbmr.com, Kotamobagu—Medy Makalalag, Anggota DPRD Kota Kotamobagu memberi penjelasan tentang Perda Nomor 7 Tahun 2017 terkait retribusi yang menurutnya itu sudah melalui kajian. Hal ini disampaikan Papa Firman (sapaan medy Makalalag) dihadapan Perwakilan Pedagang dan Dinas terkait saat menggelar pertemuan di Ruang Banmus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kotamobagu, Selasa, (23/01/18)

“Perda tersebut sudah melalui kajian, mengikuti regulasi yang ada dan tentunya ini menjadi rujukan,” kata Medy. Meskin demikian kata Medy, jika Perda ini dirasa memberatkan, akan dijadikan pengalaman. “Jika ada kesalahan dimana oleh pedagang dirasa memberatkan, ini menjadi pengalaman, semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari,” ujarnya.

Namun Makalalag mengungkapkan, jika permintaaan pedagang untuk merevisinya, harus ada kesepakatan. “Revisi Perda butuh waktu, harus ada kesepakatan bersama, dimana nantinya tidak ada yang dirugikan dan ini tentunya bisa dilakukan akhir tahun,” ungkap Medy terkait permintaan pedagang soal revisi Perda.

“Secara pribadi, jika ada hal yang sifatnya krusial, harus ditindak lanjuti. Misalkan membuat MoU menambah atau mengurangi isi Perda. Namun oleh Medy menyampaikan, itu tidak mudah,” beber anggota Dewan dari PDIP ini.

Terakhir Aleg Dapil III Kotamobagu Selatan ini mengungkapkan, Fraksinya bisa mengusulkan revisi Perda tersebut. “Ini bukan keinginan saya, harus lembaga DPRD, meski Fraksi PDIP bisa mengusulkan,” pungkas Medy sambil mengingatkan jika itu tidak dilakukan, tentunya para pedagang harus patuh dengan Perda tersebut. (flo)

TIDAK ADA KOMENTAR