Rapat Pleno Rekomendasi Panwaslu Terhadap KPU Tentang Verifikasi Administrasi Dan Verifikasi Vaktual Bakal Calon Dari Jalur Perseorangan

Kabarbmr.com, Kotamobagu—Rekomendasi Panwaslu Kota Kotamobagu kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Kotamobagu terhadap beberapa temuan dan laporan masyarakat terkait Vermin dan Verfak Bakal Calon dari jalur perseorangan, ditindak  lanjuti melalui Rapat Pleno bersama Panwaslu, LO Pasangan JADI-JO, minggu (07/01/2018) di Kantor KPU Kota Kotamobagu.

Diawal pleno, Komissioner Amir yang membidangi Divisi Hukum, membacakan dua hal yang menjadi rekomendasi Panwaslu Kota Kotamobagu yakni, Laporan Masyarakat Nomor 002 sampai dengan 077 tentang dugaan pelanggaran verifikasi faktual  oleh PPS, dan Temuan Nomor : 080/TM/PW/PANWSLU/KK/25.02…../2017 tentang dugaan ketidak sesuaian Nomor Induk kependudukan Pendukung, Nama Pendukung, dan Ketidak Sesuaian Alamat  Pendukung pada Formulir B1.KWK Perseorangan.

“Setelah kami mengecek satu persatu nama-nama yang direkomendasikan oleh Panwaslu, kami menemukan ada dua nama yang oleh KPU waktu itu yang sudah ditetapkan sebagai ganda dan sudah disampaikan kepada PPS, tapi hasilnya dilapangan, ternyata masih belum terkoreksi dan dinyatakan sebagai MS”, ungkap Amir. Masalahnya kata amir, “Dua nama, tapi orang yang sama”, ketusnya dan turut dibenarkan PPS Kelurahan Gogagoman yang turut hadir dipleno tersebut. “ Dan KPU telah melakukan perbaikan”.

Sementara itu, rekomendasi yang sifatnya Temuan Panwaslu, menjadi ajang perdebatan hangat dua lembaga ini. pasalnya, ada beberapa nama yang mestinya sudah TMS saat Vermin, hasil temuan Panwaslu nama-nama tersebut justru oleh PPS masih dilakukan sensus saat Verfak. “kami bertanya kepada KPU, kenapa Nama-nama tersebut lolos dalam Verifikasi Faktual”, tanya Anggota Panwaslu Amaludin Bahansubu.

Perdebatan pun tak bisa dihindari hingga nama-nama yang dimaksud Panwaslu itu, akhirnya dikroscek langsung dalam Sistem Pencalonan (Silon). Ternyata, yang bersangkutan memang sudah di TMS-kan pada saat Vermin. “masalanya disini adalah PPS saat melakukan Verfak, tidak memberi kode formulir yang disodorkan kepada Masyarakat, dengan formulir data pembanding. Sehingga, yang mestinya sudah TMS saat Vermin, ter-Vaktualkan oleh PPS”, kata Ketua Panwaslu Musly Mokoginya.

Musli mempertegas lagi bahwa “Tujuan Panwaslu meminta Formulir Model B1.KWK  pada waktu itu, sesungguhnya  untuk mencocokan data yang menjadi temuan Panwas atau Laporan Masyarakat,  dengan nama di Formulir B1.KWK. Tapi karena KPU tidak bisa memberikan Formulir tersebut, yaa sudah”, kata musly.

Dia menambahkan, “Panwaslu tidak bisa mengakses Silon, karena itu terbatas untuk KPU saja. Jika KPU mau menyerahkan Formulir B1.KWK, maka masalahnya tidak terlalu ruwet seperti ini. karena, semua akan terkonfirmasi, dan jelas seperti sekarang”, ujar musly.

Dengan dilaksanakannya Pleno ini, maka Dukungan untuk Pasangan Bakal Calon JADI-JO kembali berkurang 2 (dua) orang. sehingga untuk melengkapi dukungan, Pasangan ini harus menambah 178 Jumlah Dukungan untuk bisa lolos sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu Periode 2018-2013. (flo)

TIDAK ADA KOMENTAR