Ketua Panwaslu Kota Kotamobagu, Musly Mokoginta

Kabarbmr.com, Kota Kotamobagu— Tanda ‘Awas’ bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tak main-main dengan regulasi tentang Netralitas ASN, ditunjukan Panwaslu Kota Kotamobagu dengan memanggil tiga orang oknum ASN masing-masing berinisial SD (Lurah Motoboi kecil), FM (Seklur Motoboi Kecil), dan AP ( Lurah Pobundayan).

Mereka dimintai keterangan sebagai saksi atas temuan Panwaslu Kota Kotamobagu terhadap Oknum ASN Anas Tungkagi (Kabag Tapem),  yang diduga melakukan pengarahan pada Perangkat Kelurahan dan Desa saat kegiatan Apel Pagi di Kantor Camat Kotamobagu Selatan senin lalu, untuk mendukung salah satu kandidat Petahana di Pilwako mendatang.

Tiba di Kantor Panwaslu Rabu (06/12/2017) Pukul 10.00 WITA, ketiganya dipersilahkan masuk ruangan secara terpisah dan dimintai keterangannya oleh Panwas yang membidangi divisi Penindakan Pelanggaran.

Sekretaris Lurah Motoboi Kecil, Ferdinand Mamonto saat memberi keterangan kepada Panwas sebagai saksi atas dugaan pelanggaran pemilu oleh Oknum ASN  Jika Terbukti, ASN ini Terancam Pidana 24955539 151012535661806 2612735007193638840 o
Sekretaris Lurah Motoboi Kecil, Ferdinand Mamonto saat memberi keterangan kepada Panwas sebagai saksi atas dugaan pelanggaran pemilu oleh Oknum ASN

“Selain tiga orang tersebut, Panwaslu juga mengundang Camat Kotamobagu Selatan dan Kabag Tapem Anas Tungkagi. Tapi kami menerima kabar bahwa tadi pagi, Camat sedang ada tugas luar di manado”, imbuh Ketua Panwaslu Musly Mokoginta. “ Sedangkan Anas Tungkagi, saat ini juga ada tugas luar di Jakarta”, ujarnya.

Musly menambahkan, “Untuk dugaan temuan ini, kami sementara menggunakan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemiluhan Umum, UU Nomor. 5 tentang Aparatur Sipil Negara, Perbawaslu No. 14 tahun 2017 tentang Penanganan Laporan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah, PP No. 53 tahun 2010 dan PP nomor 11 tentang Aparatus Sipil Negara”, Ungkap Musly.

“Dalam proses pemeriksaan dan jika itu terbukti, Panwaslu tinggal mengsinkronkan Undang-undang atau Peraturan mana yang akan menjerat Oknum ASN dimaksud. Maka, disitu akan jelas apakah pelanggaran ini sifatnya Pidana atau bukan”, tutupnya.

Diketahui, beredar isu tentang dugaan keterlibatan Oknum ASN Anas Tungkagi (Kabag Tapem) yang secara terbuka menekan Aparat Desa dan Kelurahan untuk Mendukung salah satu Bakal Calon di Pilkwako Kotamobagu mendatang.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Oknum ASN ini mengutip Perda No. 2 tahun 2017 tentang “Pengangkatan dan Pemberhentian Aparatur Pemerintah Desa” yang oleh banyak pihak menilai ini sebagai bentuk ancaman pada Perangkat Desa yang tidak Loyal terhadap atasan.

Saat berita ini akan tayang, kabarbmr.com, coba mengkonfirmasi melalui telpon kepada yang bersangkutan, namun dua kali panggilan tidak dijawab. (flo)

TIDAK ADA KOMENTAR