Kabarbmr.com, Kota Kotamobagu—ada hal menarik saat Panwaslu Kota Kotamobagu meminta keterangan dari saksi atas temuan dugaan pelanggaran pemilu yang melibatkan salah satu oknum ASN.

Apri (Lurah Pobundayan) membenarkan bahwa isi rekaman yang diduga mengandung unsur pelanggaran Pemilu, sesuai dengan apa yang terjadi. “Saya berdiri di barisan belakang saat apel di gelar. Dan apa yang disampaikan Kabag Tapem, memang sesuai dengan isi rekaman yang diperlihatkan Panwaslu kepada saya ketika dimintai keterangan sebagai saksi”, ungkap Apri saat dijumpai kabarbmr.com di kantornya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Motoboi Kecil Ferdinand Mamonto mengatakan, “Saat Apel pagi itu, saya ditunjuk sebagai Danton Pimpinan Barisan. Waktu itu saya kurang fit dan memang pikiran saya terganggu dengan urusan pajak. Jadi, saya tidak nyimak”, beber Seklur muda ini.

Ferdinand Menambahkan, “Saya baru tahu secara jelas apa yang disampaikan Pak Kabag justru setelah saya diperlihatkan rekaman oleh Panwas saat dimintai keterangan tadi”, ujarnya. “bukannya mengelak, tapi saya memang pada saat itu tidak fokus dengan apa yang disampaikan Pak Kabag dibagian akhir sambutannya”, tutup Ferdinand Mamonto.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Kotamobagu Musly Mokoginta saat ditanya tentang isi rekaman tersebut membeberkan “diakhir sambutan Kabag Tapem, ada kata-kata yang keluar dan diduga memiliki unsur pelanggaran Pemilu”.

Bahkan menurut Musly, “ada kalimat yang memiliki kesan ‘ancaman’ terhadap Perangkat desa yang tidak loyal, dengan mengutip Perda No. 2 tahun 2017 tentang “Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa”, tutupnya. (flo)

TIDAK ADA KOMENTAR