Kabarbmr.com, Kota Kotamobagu—Teka-teki siapa yang bakal diusung PDIP dihelatan Pilkada Kota Kotamobagu 2018 mendatang, masih terus menjadi tanda tanya. Bahkan nama Nayodo Koerniawan yang banyak diberitakan memiliki peluang paling besar diusung Partai berlambang Kepala Banteng dengan moncong putih ini, ‘nasibnya’ masih sama dengan kontestan lain.

Hal ini terkuak saat kabarbmr.com bersua dengan salah satu Pengurus teras DPC PDIP Kota Kotamobagu, Riswanto Dali, disela kegiatan sosialisasi tahapan Pilkada yang digelar KPUD Kota Kotamobagu, Kamis (30/11/2017).

“Secara politik, Nayodo telah mendapatkan ‘Golden Tiket’ dari PDIP dengan porsentase 75% mampu mempengaruhi keputusan DPP. Tapi, itu jika mantan Ketua KPUD ini mampu membaca situasi di Kota Kotamobagu”, beber Riswanto memberi isyarat tentang dinamika yang ada di internal PDIP.

“Sebab sisa 25% ini, kekuatannya begitu kuat. Dan akhirnya keputusan adalah hak preogratif Ketua Umum,” imbuhnya. Riswanto mengungkap, “pengalaman di Minahasa Selatan menjadi catatan penting PDIP Kotamobagu. Dimana, PDIP Minsel ‘dihabisi’. Kita tidak ingin itu terjadi di Kotamobagu. Karenanya, mending kita biar kalah asal bertarung”, ujarnya.

Ditanya soal nilai tawar Nayodo yang diakomodir dalam kepengurusan PDIP, Riswanto membeberkan bahwa sampai saat ini, Papa Kinan (sapaan Nayodo red) belum mengantongi SK. “Nayodo diberi posisi sebagai Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), tapi sampai hari ini masih belum memegang SK”, tutupnya.

Sebagaimana yang banyak diketahui publik, bahwa PDIP disetiap momentum Pilkada, selalu mengutamakan Kader atau Pengurus untuk diusung mencadi Calon. Dan selain Nayodo, dari enam orang yang ikut Fit And Proper Test Selasa (28/11/2017) lalu, ada nama Rustam Simbala yang merupakan Kader PDIP Kota Kotamobagu. (Flo)

TIDAK ADA KOMENTAR