Kepala Dinas Pertanian Bolmong, Ir Taufik Mokoginta (tengah), Direktur PT KKI (Izenzee Grup) Cipto (kiri) dan peneliti IPB, DR Ir Jarwadi Budi, MSc (kanan).

Kabarbmr.com, Kotamobagu—Konsultasi Publik tentang Nilai Konservasi Tinggi (NKT) hasil identifikasi tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) di area bakal sawit di Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (20/09/2017) di ruang Paripurna Hotel Senator Kotamobagu, menghasilkan beberapa rekomendasi bagi peneliti dan pengembang sawit.

Ketua LSM LPKEL-Reformasi, Efendy Abdul Kadir, meminta peneliti IPB memetakan mana area yang boleh digarap dan dilarang. “Langsung saja ditentukan oleh peneliti, kawasan yang layak dan tidak layak dikembang sawit,’’seru Efendy.

Namun, peneliti IPB, DR Ir Jarwadi Budi MSc, menerangkan bahwa penetapan boleh dan tidak bukan wilayah peneliti. “Kami sebatas mengidentifikasi dan spesifik pada Nilai Konservasi Tinggi bakal area sawit. Rekomendasi kami berupa mengindahkan konservasi yaitu hutan lindung, sepandan sungai, satwa langka, termasuk dampak sosial,’’sebut Jarwadi.

Terkait sepandan sungai di bakal area sawit, Ketua LSM Aliansi Indonesia, Joddy Moring, meminta pengembang agar melakukan rehabilitasi, berupa penanaman pohon di kanan kiri bantaran sungai. “Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam ini agar dilakukan dengan hati-hati,’’kata Joddy.

Menariknya, antusiasme masyarakat Bolmongdan pemerintah desa  terhadap sawit, luar biasa hangat. Sangadi Langagon II, misalnya,  lantaran nama desanya tidak muncul dalam draf kawasan yang diteliti IPB, bergegas meminta moderator memberi ruang baginya berbicara.

“Desa saya tidak disebut IPB. Tolong dicatat, wilayah desa Langagon lahan tidurnya sangat luas,’’singkat Sangadi perempuan itu.

Sementara itu, Sangadi Bango’ Molunow, Ashari Mokoginta tegas-tegas mengatakan, kegiatan dilakukan pengembang sawit di Bolmong sangat memihak masyarakat. “Perusahaan atau pengembang sawit tidak pernah memaksakan masyarakat menanam sawit. Keinginan menanam itu datang dari masyarakat,’’ucapnya, lugas.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bolmong, Ir Taufik Mokoginta, mewakili Bupati Bolmong, Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, saat menutup konsultasi publik tersebut, mengatakan,  apapun rekomendasi dari pertemuan itu, semuanya dikembalikan pada masyarakat.

“Pada akhirnya masyarakat yang menentukan. Saya ucapkan the best tim peneliti IPB,’’tandasnya.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR