Almarhum Iskak Mokoagow (kedua dari kanan) mendampingi Kabid Perbendaharaan BPKD Kotamobagu, Syafrudin Saleh Abas (ketiga dari kanan) dalam rapat dengan pihak Kantor Pusat Bank Sulut-Go di Manado, Rabu (06/09/2017). Sesaat kemudian Iskak dilarikan ke rumah sakit Ratumbuysang Manado.

Kabarbmr.com, Kotamobagu—Ribuan warga Kotamobagu dan sekitarnya termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), mengantar jenazah almarhum Iskak Mokoagow, staf Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, dari rumah duka di Desa Bongkudai Barat, Kecamatan Kotamobagu Timur, ke lokasi pemakaman di Desa Pontodon Induk, Kecamatan Kotamobagu Utara, sekira pukul 11.15 WITA, Kamis siang (07/09/2017).

Di bawah awan berarak, iring-iringan berbagai jenis kendaraan bermotor di belakang mobil jenazah, sempat memacetkan pusat Kotamobagu, Kamis siang tadi.

Dari rumah duka Desa Bongkudai Barat berjarak puluhan kilometer, mobil ambulance yang membawa jenazah almarhum Iskak, masuk sebentar melintas di halaman depan kantor Walikota Kotamobagu—kantor seatap sejumlah SKPD termasuk BPKD, tempat kerja Iskak—lalu kembali menempuh perjalanan sekira 5 kilometer ke lokasi pemakaman di kampung halaman almarhum di Desa Pontodon Induk.

Prosesi dari rumah duka Desa Bongkudai, sangat mengharu biru. Kepala BPKD, Rio Lombone yang membacakan riwayat hidup Iskak Mokoagow, tak kuasa menahan air mata.

Suara Rio kian tercekat, berusaha menahan derasnya air mata, tatkala menyebut frasa; almarhum meninggalkan dua orang anak yang masih kecil.

Diketahui, almarhum Iskak Mokoagow, meninggal dunia saat tugas di Manado, Rabu siang (06/09/2017). Iskak tiba-tiba mengeluh sakit di bagian dada, dan merasa sesak.

Kabid Perbendaharaan BPKD, Syafrudin Saleh Abas, seorang staf BPKD, Wirya Paputungan dan sejumlah karyawan Bank Sulut-Go, lalu melarikan Iskak ke rumah sakit Ratumbuysang Malalayang, Manado.

Kondisi kritis Iskak, langsung dikabarkan Syafrudin Abas kepada Kepala BPKD, Rio Lombone, yang serta merta pula melalui berbagai aplikasi smartphone; WA dan sebagainya, langsung memerintahkan seluruh anak buahnya untuk siaga melakukan berbagai upaya penyelamatan kondisi anak buahnya itu.

Rio juga terus memantau perkembangan penanganan Iskak dan segala kebutuhan perawatannya di rumah sakit Rantumbuysang Manado.

Sayangnya, upaya medis dilakukan di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit pusat rujukan itu, tak berhasil. Nyawa Iskak tak tertolong dan menghembuskan napas terakhir sekira pukul 13.15 WITA.

Rabu petang kemarin, jenazah Iskak Mokoagow dibawa dengan mobil ambulance ke Kotamobagu. Kepala Bank Sulut-Go Cabang Kotamobagu, Buchari Mokoagow, juga terus mendampingi jenazah Iskak di dalam mobil ambulance, sejak dari Manado hingga di kediaman almarhum di Desa Bongkudai Barat.

Dalam tugas tersebut, Iskak Mokoagow dan seorang staf lagi bernama Wirya Paputungan, mendampingi Kabid Perbendaharaan BPKD, Syafrudin Saleh Abas, dalam rangka rapat dengan pihak Bank Sulut-Go di kantor pusat Bank Sulut-Go di Manado.

Iskak dikenal ASN yang tekun bekerja, tidak banyak bicara, disiplin, jujur dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya. ASN golongan II itu juga sangat peduli pada sesama. Selain interaksinya yang dinilai baik oleh sejawat dan relasi Pemkot Kotamobagu, kehidupan sosial kemasyarakatannya juga sangat baik.

“Saban ada hajatan di kampung, Papa Adis (almarhum Iskak Mokoagow, red) selalu datang baku bantu. Padahal Papa Adis orang dari luar kampung yang menikah dengan orang disini,’’kata salah seorang warga Desa Bongkudai Barat, berbisik-bisik dengan awak media, di sela prosesi di rumah duka.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR