Ilustrasi: Sawit

Kabarbmr.com, Bolmong—Luasnya lahan tidur dan kurang produktifnya lahan garapan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), memantik perhatian pengusaha asal Lolak, Ko Teheng.

Wirausahawan yang bergerak di bidang perikanan laut, perkebunan, pertanian dan konstruksi itu, mengaku prihatin terhadap kondisi ekonomi rakyat sekarang ini.

“Padahal Bolmong daerah kaya dengan sumber daya alamnya. Anda lihat sendiri, lahan belum tergarap masih begitu luasnya. Yang memprihatinkan, lahan garapan pun dominan cuma ditanami tanaman murah, seperti pisang, ubi kayu, ubi jalar. Sangat kurang tanaman mahal,’’katanya.

Menurut Ko Teheng, guna meningkatkan ekonomi rakyat, saatnya masyarakat Bolmong melakukan alih fungsi lahan dari tanaman murah ke tanaman mahal.

Apa tanaman mahal itu?, “Sawit. Cuma Sawit yang bisa memajukan ekonomi masyarakat Bolmong,’’kata Ko Teheng.

Dirinya mengaku punya hektaran lahan berisi tanaman kelapa dalam, berumur puluhan tahun.

“Tapi sejak dulu sampai sekarang, hasilnya cuma klop dengan biaya pengolahan. Masa panen juga harus menunggu tiga bulan. Maka saya punya keinginan kuat untuk beralih ke Sawit,’’ucapnya serius.

Namun, pengusaha bersahaja ini berharap, kerjasama plasma pada lahan produktif, sistem bagi hasilnya 50:50.

“Kalau seperti itu, silahkan perusahaan menebangi semua pohon kelapa dalam yang ada di lahan saya, untuk ditanami sawit,’’tandasnya.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR