Yulien Papuling

Kabarbmr.com, Bolmong—Data indikasi korupsi biaya perjalanan dinas Rp 8 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow (Bolmong), dan gaji sertifikasi guru sebesar Rp 23 miliar di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) setempat, yang diindikasikan Aliansi LSM Bogani terjadi korupsi semenjak 2011-2016, disanggah pihak Dinkes dan Diknas.

Plt Kepala Dinkes Bolmong, Yulien Papuling, kepada awak media baru-baru ini mengatakan, perjalanan dinas  tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 71/2016, tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penggunaan DAK Non Fisik Bidang Kesehatan dan peraturan lainnya.

“Anggaran perjalanan dinas ini tidak cuma di dinas sebagai SKPD. Tapi tersebar di 17 Puskesmas, terdiri dari 6 Puskesmas rawat inap dan 11 Puskesmas rawat jalan. Berikut di 48 Puskesmas Pembantu (Pustu), 31 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dan 43 Poliklinik Desa (Polindes),’’sebut Yulien.

Menurut mantan Kabag Keuangan Pemkab Bolmong ini, penggunaan perjalanan dinas sekira Rp 8 miliar itu, khusus di Puskesmas meliputi perjalanan dinas Kapitasi, bantuan operasional kesehatan serta rapat dan konsultasi.

Anggaran perjalanan dinas yang dialokasikan bagi aparatus kesehatan di Kecamatan dan Desa tersebut, variatif. Paling besar Rp 300 juta dan paling rendah Rp 134 juta.

“Di SKPD (Dinkes, red) sendiri, untuk perjalanan dinas dalam rangka Bimbingan Teknik (Bimtek),’’ucapnya.

Sementara, terkait indikasi korupsi gaji sertifikasi guru tahun 2011-2016 sebesar Rp 23 miliar, salah satu Kepala Bidang di Diknas Bolmong, Mursidin Mokobombang mengatakan, pencairannya melalui rekening guru bersangkutan.

“Lagi pula ini sistem online, terbuka. Tentu guru yang sudah pindah ke luar daerah, atau pindah dari wilayah satu ke wilayah lain di dalam daerah, dan yang meninggal dunia, tidak dibayarkan. Kecuali dibayar gaji sertifikasi yang masih menjadi haknya, karena setelah pindah tugas atau semasa hidup belum dibayar,’’kata Mursidin.

Mantan Kepala Seksi Keuangan Diknas Bolmong, Saleh Atilu, yang juga bendahara gaji guru sertifikasi, mengatakan pembayaran dilakukan sesuai data yang ada.

Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Bolmong—salah satu LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Bogani—Firdaus Mokodompit, menantang Yulien Papuling dan Mursidin Mokobombang untuk mempidanakan Aliansi LSM Bogani.

“Kalau merasa tidak ada korupsi, silahkan pidanakan kami. Lihat saja nanti, karena masih berproses,’’tukasnya.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR