Aliansi LSM Bogani

Kabarbmr.com, Bolmong—Misteri perijinan dan take over lahan PT Sulenco kepada PT Conch yang selama ini ‘tertutup’ rapat, belakangan mulai tersingkap.

Adalah Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bogani—gabungan 8 LSM di Bolaang Mongondow (Bolmong).

Kelompok yang dikordinir Hi Yusuf Mooduto itu, menyebut adanya keterlibatan sejumlah pejabat dan oknum di DPRD Bolmong yang menerima aliran dana miliaran, guna ‘pelicin’ terbitnya rekomendasi Bupati Bolmong saat itu Salihi Mokodongan, dan take over lahan dari PT Sulenco kepada PT Conch.

Tak tanggung-tanggung, Aliansi terdiri dari LSM Merah Putih, Snak Markus, Generasi Bela Pancasila, LAKI, Aliansi Indonesia, BMCW, Walhi Sulut dan LSM Penjara, menyebut uang ‘pelumas’ itu sebesar 4,8 miliar lebih.

Dugaan suap miliaran kepada para pejabat dan oknum di DPRD Bolmong itu, diungkap Aliansi LSM Bogani saat mendatangi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bolmong, beberapa waktu lalu.

Kalangan legislator Bolmong pun belingsatan. Tak terima tudingan menerima aliran dana tersebut, lima dari 6 fraksi—minus fraksi PDIP—di DPRD Bolmong, mengancam akan melaporkan Aliansi LSM Bogani ke aparat hukum.

Salah satu personel Aliansi LSM Bogani, Firdaus Mokodompit, kepada media ini mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD Bolmong, merupakan kunjungan resmi.

“Waktu kami sampaikan data-data ke Pansus DPRD Bolmong, kami tidak menyebut anggota DPRD atau fraksi tapi oknum. Mereka (anggota DPRD Bolmong, red) tampaknya harus belajar Undang-Undang MD3 dulu. Jangan ada personel DPRD yang bernaung di ketiak lembaga DPRD. Jadi, hati-hati fraksi. Karena DPRD melapor, kami bekerja,’’tegas Firdaus.(niq)

 

TIDAK ADA KOMENTAR