Sekolah Madrasah Aliyah Ayong, Kecamatan Sangtombolang, Bolaang Mongondow. Sekolah ini dinaungi Yayasan Ulul Albab yang diketuai JD alias Jamal.

Kabarbmr.com, Bolmong—Kasus amoral diduga dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Aliyah Ayong, Kecamatan Sangtombolang, Bolaang Mongondow (Bolmong), yakni JD alias Jamal (38), yang meniduri muridnya berparas cantik HM alias Ira (19), warga Desa Inuai, Kecamatan Passi Barat, Bolmong, hingga hamil 8 Minggu, terus menghebohkan jagad Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Berita adanya peristiwa itu, menghias sejumlah laman media online dan grup facebook yang dikelola warga BMR.

Beragam tanggapan dari netizen. Mulai dari ungkapan keprihatinan hingga mengutuk perbuatan oknum guru yang juga Ketua Yayasan Ulul Albab—yayasan menaungi sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA itu.

Korban yang malu menanggung aib lantaran mengandung janin tanpa ayah, juga telah melapor ke Polres Bolmong, Rabu (12/07/2017).

Sementara menunggu perkembangan penanganan laporan korban di Polres Bolmong, pihak pemerintah desa Inuay dan Dewan Adatnya menerima kedatangan pihak keluarga Jamal dan Ira.

Menariknya, di hadapan Pemerintah Desa Inuai dan Lembaga Adat setempat, Selasa (25/07/2017), Jamal, dengan jujur telah mengakui bahwa janin dikandung Ira adalah benar juriatnya.

Pengakuan Jamal itu dikuatkan dalam sebuah surat pernyataan bermeterai yang ditanda tanganinya bersama korban Ira, Sangadi Inuai, Imran Momintan, dan 11 saksi terdiri dari perangkat desa, LPM, Dewan Adat serta keluarga kedua belah pihak.

Dewan Adat Inuai menetapkan sanksi adat kepada terlapor dengan membayar biaya atas pelanggaran adat sebesar Rp 5 juta.

Sedangkan sanksi adat Kolob in Pogot (tutup wajah karena malu) serta biaya perawatan kepada korban selama mengandung hingga persalinan, terlapor membayar Rp 40 juta.

“Musyawarah antara terlapor dan pelapor termasuk penetapan sanksi adat dari dewan adat Inuai tidak menghalangi upaya hukum secara pidana yang dilakukan pelapor atau korban,’’tegas Sangadi Inuai, Imran Momintan.

BULAN PUASA KEPSEK MINTA JATAH

Dari pengakuan Ira, gurunya itu mulai melancarkan rayuan mautnya, memeluk dan menciuminya saat Ira baru beberapa hari tinggal di rumah sang guru di Ayong.

“Saya memang ditawari pak guru dan isterinya untuk tinggal di rumah mereka, sambil menunggu ujian paket C. Saya dan orang tua mengiyakan, dan tinggal disana mulai Maret 2017. Baru beberapa hari tinggal di rumah pak guru, saat saya di dapur, pak guru memeluk saya dari belakang dan menciumi saya,’’tutur Ira.

Gadis berlesung pipit di bawah bibir kiri itu, meronta. “Saya berusaha melepas pelukan pak guru Jamal. Saya bilang jangan, saya bukan perempuan nakal, pak guru punya anak dan isteri,’’ucap Ira.

Keesokan harinya, lanjut Ira, saat isteri Jamal pergi mengajar di sekolah, rumah dalam keadaan sepi, Jamal masuk kamar Ira.

“Pak guru Jamal langsung memeluk saya, menciumi leher saya dan memaksa saya berhubungan intim. Saya menolak, tapi pak guru terus memaksa dan melucuti pakaian saya. Itu pertama kali dan terus berulang selama 4 bulan pak guru memaksa saya berhubungan seperti suami isteri. Sehari dilakukannya 5 sampai 6 kali. Saat bulan puasa, pak guru juga satu kali menyetubuhi saya di tokonya. Pertengahan puasa saya pulang ke rumah di Inuai. Saya baru tahu sudah hamil begitu memeriksa di Puskesmas, yang dipastikan dengan tester, ’’ungkap Ira, sesenggukan.(niq)

 

TIDAK ADA KOMENTAR