Bara Hasibuan

Kabarbmr.com, Jakarta—Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut), Bara Hasibuan, menyesalkan penetapan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow sebagai tersangka, walaupun tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian daerah (Polda) Sulut .

Bara mengatakan bahwa, sesuai komunikasinya dengan Bupati Yasti sebelumnya, yang dilakukan sesungguhnya adalah untuk penertiban konstruksi pabrik semen PT Conch yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

“Sebagai bupati baru, Yasti memang perlu menunjukkan ketegasan dalam menertibkan operasi usaha yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Pembongkaran paksa dilakukan karena bangunan mess tersebut tidak memiliki IMB,” ujar Bara.

“Saya berharap pihak Kepolisian lebih teliti dan tidak terpengaruh dengan pihak – pihak luar dalam penyidikan kasus ini,” tegas Bara.

Bara menambahkan, dirinya percaya bahwa pihak Kepolisian akan mampu bersikap objektif dan profesional dalam penyidikan kasus ini. Karena apa yang dilakukan Bupati Bolmong sesungguhnya dalam penertiban tersebut sudah melalui beberapa prosedur.

TELITI IZIN

Selaku Anggota DPR RI Komisi VII—salah satu tugasnya melakukan pengawasan di bidang pertambangan—Bara  mengatakan, akan memanggil Dirjen Mineral dan Batubara serta jajarannya untuk meneliti kembali proses perizinan khususnya yang menyangkut tambang bahan baku semen.

“Hal ini perlu saya koordinasikan karena info yang saya dapatkan bahwa izin PT Conch tersebut belum ada, sehingga perlu dicek ke pihak Kementrian ESDM.  Ini memang tugas saya selaku anggota Komisi VII dengan memanggil pihak Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM untuk mendiskusikan hal tersebut,”kata Bara.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR