Bara Hasibuan (berorasi dari atas mobil pick up) saat aksi solidaritas di Amurang.

Kabarbmr.com, Jakarta—Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara, Bara Krishna Hasibuan mengecam keras pemukulan yang dilakukan terhadap petugas Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu pagi (05/07/2017).

Bara meminta pihak Kepolisian menindak tegas oknum pelaku pemukulan tersebut sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu siapa pun pelakunya.

“Polisi harus memprosesnya dan diberi ganjaran sesuai hukum yang berlaku. Sebab ini tindakan yang sangat tidak terpuji, memalukan dan biadab. Siapa pun orangnya, entah dia pejabat, isteri pejabat sipil militer maupun kepolisian harus ditindak tegas,’’kata Bara, baru-baru.

Ia juga mengatakan, semua orang harus mematuhi aturan pemeriksaan X Ray di Bandara. “Para Menteri pun saat ini harus mematuhi prosedur di Bandara. Saya pun yang hampir saban minggu mengunjungi Manado sebagai daerah pemilihan saya, harus tetap mengikuti aturan yang berlaku. Semua benda mengandung logam harus ditanggalkan. Itu sudah aturan sehingga tidak boleh ada dikecualikan,’’tegas Bara.

Kalaupun wanita terduga pelaku pemukulan itu adalah istri pejabat, seharusnya dia punya tanggung jawab untuk memberi contoh dengan mematuhi hukum, bukan sebaliknya.

“Bukan zamannya lagi istri pejabat atau pejabat berperilaku seperti jagoan. Di masa demokratis ini semua orang harus mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku. “Saya malu kejadian ini terjadi di daerah pemilihan saya Sulawesi Utara,’’ujar Bara.

Sementara, pasca insiden penamparan itu, Minggu (09/07/2017), Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang bertolak dari Manado menuju Jakarta, melepas jam tangan dan ikat pinggang ketika melewati X-Ray di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Tidak cuma itu, Kapolri juga meminta maaf kepada korban Elizabeth Winokan.(#/niq)

TIDAK ADA KOMENTAR