Satpol PP Kota Kotamobagu kembali menghentikan pembangunan senggol di pasar 23 Maret.

Kabarbmr.com, Kotamobagu—Pelarangan pembangunan Pasar Senggol di kompleks Pasar 23 Maret beberapa waktu lalu, yang berujung bentrok antara Satpol PP dan warga Kelurahan Gogagoman, tampaknya tidak membuat surut semangat beberapa warga untuk tetap melanjutkannya.

Pantauan awak media sekira pukul 22:00 WITA malam tadi, puluhan warga kembali melanjutkan pemasangan tenda Kanopi, bahkan membuat beberapa lapak untuk menjadi tempat berjualan.

“Kami melanjutkan pendirian Pasar Senggol ini untuk kepentingan perut kami,” ujar Sofian Bede, koordinator Pemuda Gogagoman.

Namun tidak berapa lama, ratusan anggota Polres Bolmong pun tiba di lokasi, dan menghentikan kegiatan tersebut.

“Pendirian Kanopi dan lapak ini tidak ada izin, makanya kami harus mengentikannya agar tidak terjadi kembali sesuatu yang menggangu keamanan dan ketertiban di Kota Kotamobagu,” ungkap salah petugas Polisi.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu Herman Aray mengatakan, pembangunan Pasar Senggol tersebut termasuk illegal.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan, karena mereka tidak mendapatkan izin penggunaan jalan. Hal tersebut sudah menjadi kesepakatan kami. Yang mana, jika ada Pasar Senggol selain di Poyowa Kecil, maka itu adalah illegal,” jelas Aray.(niq)

TIDAK ADA KOMENTAR