Abdussalam Bonde

Oleh: Abdussalam Bonde

(Penulis adalah Pengurus DPD Pemuda Muhammadiyah Bolmong. Orang Doloduo)

YASTI  yang secara historis tercatat sebagai Bupati perempuan ke-dua di lingkungan pemerintahan Bolaang Mongondow, bukanlah orang baru di dunia politik. Demikian juga dengan Yanni calon incumbent yang mampu mempertahankan elektabilitasnya hingga kembali mendapatkan kepercayaan rakyat. Keduanya kini resmi memegang tongkat kepemimpinan daerah untuk menahkodai lima tahun kedepan. Saya rasa tidak berlebihan ketika saya harus mengatakan bahwa kemenangan pasangan Yasti-Yanni adalah kemenangan rakyat Bolaang Mongondow secara keseluruhan. Walaupun pesta demokrasi 3 bulan yang lalu, banyak menguras waktu dan energi tuk adu strategi dan perang opini demi merebut simpati rakyat. Tapi, itu biasa dalam dinamika politik. Sebagaimana dalam sebuah perhelatan pasti ada kubu yang menang dan ada kubu yang kalah. Hal Ini wajar karna sistem demokrasi kita hanya menyediakan kuota suara terbanyak bagi mereka yang kebetulan mendapatkan legitimasi rakyat untuk menduduki tampuk kepemimpinan tertinggi.

Namun ada hal yang harus disyukuri dan diakui bahwa pilkada serentak 2017, khususnya di Bolaang Mongondow menjadi parameter kedewasaan berdemokrasi. Bagaimana tidak, saat tahapan pilkada banyak serentetan peristiwa yang menyulutkan kemarahan hingga naiknya kadar gula-darah dan kolesterol, tapi kesehatan berpolitik tetap terjaga. Meski pun hasil pilkada ada yang merasa tidak puas, kecewa, luka, hingga kecemasan akan terjadinya kericuhan tapi, kecemasan itu tidak terjadi. Memang demikian demokrasi terkadang menggusarkan saat ʺwarming upʺ, tetapi menyejukkan ketika ʺcooling downʺ, terbukti pasca pilkada situasi menjadi tenang. Dengan demikian persoalan kalah-menang tidak relevan lagi untuk di perdebatkan. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan sudah mengeksekusi keputusannya tuk memilih pemimpinnya, diikuti dengan kebesaran jiwa kandidat yang kalah tuk menerimah hasil pilkada. Ini menujukkan bahwa rakyat Bolaang Mongondow telah dewasa dalam berdemokrasi.

Maka kini saatnya kita bersatu membangun daerah dalam bahasa adat “igai kita molintak kon Totabuan”. Sehingga rangkaian ide-gagasan dan konsep pemikiran yang terpapar dalam visi dan misi menuju “Bolmong Hebat” dapat di implementasikan bila semua stakeholder, civil society dan pemerintah bersatu membangun daerah. Bersatu dalam konteks ini, tidak mengabaikan intensitas dan fungsi pengawasan. Karena inilah sesungguhnya urgensi demokrasi yang sering terlupakan. Asalkan pengawasan dimaksud bukan pengawasan yang sifatnya subjektif-destruktif, apriori, hoax, apalagi 86. Bukan pula pengawasan yang pragmatis atau tergatung pada asas manfaat, asas simbiosis mutualisme atas sesuatu yang dianggap benar bila mendatangkan keuntungan. Tetapi pengawasan dimaksud ialah pengawasan yang bersifat objektif-konstruktif-solutif yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah. Sehingga roda pemerintahan dan cita-cita pembangunan dapat berjalan efektif serta program-program yang di tawarkan selama kampanye dapat terealisasi dengan baik. Mari kita sambut pemimpin baru kita untuk mewujudkan visi dan misinya. Memberikan kesempatan bekerja tanpa mengurangi partisipasi pengawasan. Maka sebagai bentuk partisipasi aktif itu, ada beberapa harapan rakyat buat pemimpin baru yang perlu diingatkan ulang. Harapan itu ialah;

Pertama, reformasi kebijakan, hukum, dan perangkat aturan. Hal ini penting mengingat banyak produk aturan yang inkonsistensi, tumpang tindih, vakum dan tidak pro rakya. Bahkan ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan justru merugikan daerah dan masyarakat. Saya tidak perlu membeberkan contoh kebijakan yang merugikan itu. Yang jelas hal ini merupakan salah satu penghambat kinerja pemerintah daerah dan pembangunan sebelumnya.

Kedua, reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Istilah kekiniannya “good governance“. Implementasi good governance dalam sistem pemerintahan daerah tidak lain adalah untuk mewujudkan pengakuan terhadap eksistensi manusia melalui pemberdayaan dan pemberian pelayanan yang efisien terhadap berbagai kebutuhan. Memberikan kepuasaan bagi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pelayanan dan program pemerintah. Dan untuk merealisasikan tujuan tersebut, telah ditetapkan standar pelayanan publik yang berlaku secara universal, yaitu ketepatan waktu, akurasi, ramah-tamah, tanggung jawab, kemudahan, variasi model pelayanan, pelayanan pribadi, kenyamanan, dan atribut pendukung pelayanan. Standar tersebut harus dipenuhi oleh pemerintahan yang baru guna mewujudkan pelayanan publik yang prima dan menggantikan pelayanan publik yang selama ini menyiksa.

Ketiga, reformasi pendidikan di daerah. Meliputi pembenahan mutu pendidikan yang bertaraf internasional, mempersiapkan tenaga pengajar yang kompeten, menyediakan sarana-prasarana pendidikan serta menyediakan beasiswa bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke-berbagai perguruan tinggi yang berkualitas. Mengingat persaingan dewasa ini cukup ketat, tantangan pekerjaan menjadi tambah sulit dengan berlangsungnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika SDM kita tidak siap maka secara otomatis akan terpinggirkan. Maka pemerintah wajib turun tangan dengan program-program yang mendorong peningkatan SDM. Selain itu, pemerintah juga harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menampung para pekerja lokal yang selama ini sulit mengakses pekerjaan.

Keempat, reformasi menejemen rumah sakit. Bolaang Mongondow salah satu daerah yang belum memiliki rumah sakit yang representatif. Ini kemudian menjadi salah satu penyebab angka kematian tiap tahunnya menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, tanggung jawab pemerintah daerah menyediakan rumah sakit yang berkualitas bila perlu berstandar internasional dimana tenaga dokter dan tenaga medis harus full-time untuk melayani masyarakat. Adapun daerah yang jauh dari jangkauan harus didirikan puskesmas yang memadai, kenderaan ambulans yang siap 24 jam, harga obat yang terjangkau dan didukung dengan tenaga dokter dan medis yang profesional dan berkualitas. Bagi tenaga medis PNS malas harus diberikan sanksi yang tegas. Hal ini bertujuan agar terjamin kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kelima, reformasi transportasi publik. Melihat keadaan geografis daerah yang sangat luas maka pembangunan infrastruktur harus diutamakan baik transportasi darat seperti jalan raya, jembatan, perhubungan laut antar pulau, dan perhubungan udara yang dapat diandalkan. Jalur pantura harus dirubah menjadi pusat transportasi-ekonomi yang dapat mengakses semua kebutuhan masyarakat. Pelabuhan Labuang Uki harus dikembangkan menjadi pintu masuk perdagangan antar pulau. Hal Ini nanti akan memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil pertaniannya dan memudahkan para investor untuk menanam sahamnya. Hal ini akan menambah PAD yang masi sangat rendah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah

Kelima, reformasi transportasi publik. Melihat keadaan geografis daerah yang sangat luas maka pembangunan infrastruktur harus diutamakan baik transportasi darat seperti jalan raya, jembatan, perhubungan laut antar pulau, dan perhubungan udara yang dapat diandalkan. Jalur pantura harus dirubah menjadi pusat transportasi-ekonomi yang dapat mengakses semua kebutuhan masyarakat. Pelabuhan Labuang Uki harus dikembangkan menjadi pintu masuk perdagangan antar pulau. Hal Ini nanti akan memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil pertaniannya dan memudahkan para investor untuk menanam sahamnya. Hal ini akan menambah PAD yang masi sangat rendah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah

Tentu harapan rakyat di atas bukan sesuatu yang baru. Justeru ini platfrom dari jargon Bolmong Hebat hingga rakyat menjatuhkan pilihannya. Maka tidak salah kalau diingatkan kembali agar visi dan misi yang disampaikan tidak hanya menjadi nilai estetika kebahasaan namun, menjadi arah baru pembangunan daerah yang menjunjung tinggi kemaslahatan rakyat. Saya rasa duet pasangan Yasti-Yanni tidaklah terlalu sulit untuk mewujudkan harapan itu. Keduanya adalah pasangan paripurna yang saling melengkapi. Yasti telah lama bergulat dikanca politik tingkat nasional tentu lebih mengusai persoalan daerah. Apatalagi di dalam diri beliau telah mengalir jiwa-darah kepemimpinan yang beliau peroleh dari eyang-nya Loloda Mokoagow Raja ditanah adat ini. Begitu pun dengan Yanni yang sebelumnya politisi handal sekaligus mantan wakil bupati yang dapat memberikan ide-ide brilian untuk kemajuan daerah. Untuk itu mari kita bersatu mendorong dan penopang jalannya pemerintahan. Bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam membangun Bolaang Mongondow menjadi daerah yang lebih baik, lebih maju, dan sejahtera sesuai dengan harapan dan cita-cita bersama. Akhirnya saya ucapkan nion don dega Bupati bo’ Wakil Bupati (Wabup) Pilihan Rakyat.(#)

TIDAK ADA KOMENTAR